Selasa, 10 April 2012

Refleksi (Sambutan Milad Kammi)


Ass.w.w.. saya mengawali dengan penggalan puisi dari KH. Musthofa Bisri
.......................
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi 
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.
(Hari ini 
setelah enam puluh tahun kita merdeka 
ingin rasanya aku mengajak kembali 
mereka semua yang kucinta 
untuk mensyukuri lebih dalam lagi 
rahmat kemerdekaan ini 
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani 
diri sendiri 
bagi merahmati sesama) 

Rasanya baru kemarin 
Ternyata sudah enam puluh tahun kita 
Merdeka 
(Ingin rasanya 
aku sekali menguak angkasa 
dengan pekik yang lebih perkasa: 
Merdeka!)

Tidak terasa ketika 60 tahun lebih indonesia merdeka namun pada kenyataan kemerdekaan itu belum di rasakan oleh sebagian besar masyarakat. Indonesia yang kaya akan sumber daya energi, minyak, gas batu bara dan lain lain. Ternyata masih belum berdaulat akan kekayaannya itu. Tengoklah exon, freeport, newmont dan masih banyak lainnya yang dengan sadar merampok negeri ini. Tiap episode dalam perjalanannya 60 tahun indonesia berganti rezim – berganti kepala negara. Orde lama, orde baru hinggga reformasi. Tetap saja negara belum berdaulat penuh terutama atas sumber daya alamnya. Kita tidak perlu kembali jauh melihat sejarah lampau yang sepertinya baru kemarin terlewatkan. Karena saya akan mencoba mengajak pembaca untuk menyusuri perjalanan yang dikatakan sebagai era baru bangsa Indonesia. Iya ! reformasi 1998. Sudah 14 tahun yang lalu namun serasa baru tadi pagi kita mereformasi negara ini, baru tadi pagi turun ke jalan. Kini kita harus turun lagi ke jalan bukan hanya sekedar reformasi tapi mungkin revolusi. Mendemonstrasi orang yang dulu berdemonstrasi. Memperjuangkan hal yang sama yang dulu di perjuangkan. Yakni perut rakyat, rakyat yang akan tercekik dengan rencana kenaikan harga BBM
Merefleksikan kembali 14 tahun reformasi, mengingatkan kita pada sebuah penggalan sejarah gerakan mahasiswa. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) lahir dan keluar untuk ikut serta bersama rakyat memperjuangkan nasib bangsa. KAMMI lahir dari Masjid Kampus, tepatnya ketika dilaksanakan forum silaturahmi lembaga dakwah kampus se- nasional (FSLDK-N) di kampus UMM. KAMMI lahir dikarenakan krisis multidimensional (krisis ekonomi,politik,sosial moral) yang terjadi pada bangsa ini, dan begitupula KAMMI bertahan hingga  sekarang karena hal yang sama. Yakni mengawal agenda reformasi atau mungkin revolusi, kemudian terus melahirkan dan menyediakan pengganti yang harusnya lebih baik dari sebelumnya.
Saya menulis ini bukan sebagai pelaku sejarah reformasi akan tetapi sekedar berusaha merangkai sejarah yang mungkin orang sudah lupa akan cita cita sebuah perjuangan yang berat. Tidak hanya krisis ekonomi yang belum saja rampung tuntas dari bangsa ini, namun krisis moral yang semakin menggrogoti para penguasa bahkan hingga anak negeri. Rasanya kata dan makna “malu” sudah mulai redup atau bahkan lenyap dalam kamus bahasa indonesia terlebih dalam bahasa politik negara ini. Mereka yang mengampanyekan Stop Korupsi kini terjerat korupsi, dan dengan asiknya woro-wiri kesana kemari, roadshow di tiap media hingga keluar negeri. Atau mereka yang asik keluar negeri di tengah rakyatnya berteriak menolak kebijakan yang tak bernurani. Sekali lagi, sepertinya makna malu telah hilang dalam kamus kita. Ini lah sekelumit realitas yang terjadi di negeri ini sejak reformasi hingga sekarang belum tuntas.
KAMMI hadir dalam dua karakter gerakan, yakni sebagai gerakan amal organisasi kader (harokatu tajnid) dan organisasi pergerakan (harokatul amal). Sebagai gerakan Kader ini lah KAMMI senantiasa melahirkan Pemimpin masa depan. pemimpin yang siap menggantikan pemimpin-pemimpin yang bobrok dan pengecut. Atas dasar ini juga yang menjadikan KAMMI tetap ada/ permanent untuk terus menyiapkan pemimpin melalui pembinaan yang ada di KAMMI sendiri.
Selamat membaca bagi antum Kader Kammi, selamat bergabung dalam “pabrikan” pemimpin masa depan, dan selamat untuk menjadi inti dalam “gudang” pemimpin masa depan.
Selamat Milad KAMMI ke – 14, dalam usia yang belia ini semoga semakin mendewasa dalam pemikiran, dan mendewasa dalam gerak. Cita cita dan Perjuangan ini akan selalu ada. Allahu akbar

                                                            Ketua Umum Kammi Komisariat UMY
Andi Hijrian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar