Selasa, 10 April 2012

LEMBARAN-LEMBARAN PUTIH


LEMBARAN-LEMBARAN PUTIH

memulai kembali
lembaran-lembaran putih yg dulu sempat tertulis
yang dulu pernah hilang terabaikan
didalam kaca, aku membacanya
 -
sempat tertegun ketika angin berhembus melewati tatapan mata
sangat kelihat semu sehingga tak bisa dirangkul
senyuman-senyuman indahnya sempat tertahan


-
dahulu semuanya sempat tak pernah bisa kita memulainya
kata-katanya hanaya berada diujung pikiran, lirik-lirikya meriak seakan-akan tak ada yang merangkul
hanya terpesona saja didalam kediaman,,,
kata-kata yg terucap begitu kesepian dan terabaikan dan tidak ada yang mempedulikannya
-
AKAN tetapi …
diperiode yang baru,. Dikehangatan yang baru, dikobaran air yang terus menghampiri,
lembaran-lembarak putih itu coba kita tulis kembali.
Biarlah gemircik gerimis dan panasnya badai terus menghampiri,
sehingga membuat kita terbiasa menyediakan payung berlapiskan senyuman
dan yang hanya kita beri adalah hangatnya rangkulan bagi yang jauh dari indahnya sinar ketenangan jiwa
-

hanya hari-hari esok hari yang tak bisa kita bayanngkan yang bisa menjawabnya ,,,
dan semangat menghiasi lembaran putih itu akan terus terlahir kembali dan akan selalu ada
dan akan menjadi saksi bagi kita dikehidupan terakhir kelak

-----



di depan layar terang.. 100412 (Ye’el)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar