Sabtu, 01 September 2012

KAMMI Diminta Membumikan Tradisi Ilmiah

Sumbawa - Menjamurnya gerakan organisasi kemahasiswaan merupakan  bentuk bebasnya gerakan dari tekanan dan intimidasi rezim Suharto pada Orde Baru. Sebab ketika Soeharto berkuasa,  aktifitas kemahasiswaan terlumpuhkan, dikekang dan mengalami kemandulan.
“Landasan kekuatan berpikir sebagai sebuah landasan utama adalah dengan menemukan dan mengembangan jati diri mahasiswa. Sebab  itu, gerakan mahasiswa sebagai cermin kemajuan bangsa sudah waktnya tidak lagi mengandalkan kekuatan fisik semata, seperti yang disaksikan dibeberapa media pemberitaan. Sudah seharusnya, mahasiswa menggunkan otak bukan fisik” ungkap Fahri Hamzah saat Deklarasi KAMMI Sumbawa di Sumbawa, Sabtu (28/07).

Jumat, 13 April 2012

Ujian (Karakter) Nasional


Dalam waktu dekat ini dunia pendidikan di Indonesia khususnya sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), tengah bersiap diri untuk menghadapi Ujian Nasional. Sekolah – sekolah di tanah air begitu ramai di sibukan guna menghadapi ujian yang di sebut sebut sebagai indikator kualitas dan keberhasilan suatu sistem pendidikan. Al hasil hampir semua yang berkepentingan ikut ambil andil dalam menyukseskannya, baik dengan cara terbaik hingga dengan cara terburuk sekalipun yang kemudian berdampak pada karakter manusia/lulusan yang di bentuk.
Kontroversi Ujian Nasional dan protes masyarakat  memang hal yang wajar terjadi. Bagaimana tidak di tengah sistem pendidikan yang belum beres, Mendikbud memaksakan penyataraan standar kelulusan untuk seluruh sekolah di Indonesia. Padahal jika di amati tidak semua sekolah di Indonesia sama. Diilihat dari fasilitas yang ada masih banyak sekolah – sekolah di tanah air yang kondisi nya belum sampai pada standar guna menunjang sistem belajar – mengajar. Buku pelajaran, sarana dan prasarana (bangunan sekolah) masih jauh dari kenyataan yang di inginkan. Bukankah semua itu penunjang bagi tercapainya kualitas lulusan yang di inginkan. Pembangunan yang tidak merata bisa jadi berdampak pada kualitas pendidikan yang juga tidak merata. Tentu penulis tidak melihat sebelah mata usaha yang dilakukan pemerintah selama ini. Namun untuk saat ini Adilkah jika standar kelulusan ujian nasional itu di sama ratakan ?

formulir dm 1

Selasa, 10 April 2012

LEMBARAN-LEMBARAN PUTIH


LEMBARAN-LEMBARAN PUTIH

memulai kembali
lembaran-lembaran putih yg dulu sempat tertulis
yang dulu pernah hilang terabaikan
didalam kaca, aku membacanya
 -
sempat tertegun ketika angin berhembus melewati tatapan mata
sangat kelihat semu sehingga tak bisa dirangkul
senyuman-senyuman indahnya sempat tertahan

Refleksi (Sambutan Milad Kammi)


Ass.w.w.. saya mengawali dengan penggalan puisi dari KH. Musthofa Bisri
.......................
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi 
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.
(Hari ini 
setelah enam puluh tahun kita merdeka 
ingin rasanya aku mengajak kembali 
mereka semua yang kucinta 
untuk mensyukuri lebih dalam lagi 
rahmat kemerdekaan ini 
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani 
diri sendiri 
bagi merahmati sesama) 

Rasanya baru kemarin 
Ternyata sudah enam puluh tahun kita 
Merdeka 
(Ingin rasanya 
aku sekali menguak angkasa 
dengan pekik yang lebih perkasa: 
Merdeka!)