Islamedia - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) telah benyak menguras energi anak bangsa.
Senin, 09 April 2012
Rabu, 04 April 2012
Kuntum Bunga Kerinduan untuk KAMMI
Kesatuan
Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia 2x
Berjuang
tegakkan ketauhidan untuk kemulyaan
Berbekal
ilmu iman yang mendalam
Mahasiswa
Muslim Indonesia
Intelektual
masyarakat beriman
Islam
jiwa perjuangan
Kebatilan
adalah musuh insan
Islam
jalan perjuangan…..
Sungguh rindu rasanya
menyanyikan kembali lagu yang membuncahkan semangat para pejuang ini. Lagu yang
selalu mengingatkan pada nostalgia manisnya ukhuwwah islamiyyah diantara para ikhwah.
Namun aku tak tahu harus menyanyikannya bersama siapa di Negeri Tirai Bambu
ini….
Ketika Hidayah Menjauh dan Mendekat
Imam muslim mengabadikan sebuah kisah
yang di sampaikan oleh Rasulullah. Kisah sebuah ketulusan kunci mendapatkan
hidayah dan kemulyaan. Disebutkan bahwa Rasulullah bercerita tentang seorang
yang sangat gemar beribadah. Ia sengaja memilih tempat yang jauh dari
kebisingan kota, di atas gununglah yang jadi pilihanya. Cukup lama ia berada di
tempat tersebut, hari-harinya adalah hanya untuk bersujud dan berdzikir kepada
Allah. Ditempat yang berbeda, yaitu ditengah kebisingan manusia mencari dunia, hiduplah
seorang pemuda yang bergelimang dalam dosa dan kenistaan. Ia adalah preman
pasar yang dalam kesehari-harianya adalah menimbun dosa
Pada suatu ketika ahli ibadah itu
kehabisan bekal makanan, maka iapun harus segera turun ketengah pasar untuk
membeli bekal makanan secukupnya. Dalam waktu yang bersamaan, preman pasar yang
terkenal dengan kejahatanya tersebut tiba-tiba tergerak hatinya untuk bertemu
dengan ahli ibadah yang tinggal di lereng gunung. Ia yakini ia adalah orang
soleh dan kedatanganyapun adalah untuk tujuan yang amat mulya yaitu ingin
mendengar nasehat dan mendapatkan bimbingan dari seorang ahli ibadah. Maka
iapun mengambil keputusan untuk pergi keatas gunung untuk menemui orang
tersebut
Karena waktu untuk memenuhi keperluan
dua manusia tersebut adalah sama maka mau tidak mau mereka harus berpapasan
ditengan jalan. Di pegunungan yang ada adalah jalan setapak yang hanya cukup
satu orang berjalan, jika ada orang lain yang datang dari arah berlawanan maka
salah satu dari mereka harus mengalah. Begitulah pemandangan yang terjadi pada
saat itu antara sang yang ahli ibadah
dan preman yang ahli maksiat.
Harga BBM Batal Naik : Drama Yang Tertunda
Oleh : Rachmat Ardiansyah (Kebijakan
Publik KAMMI Komsat UMY)
Diskursus kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
bersubsidi pada 1 april 2012 akhirnya pupus juga. Setelah diskursus tersebut
mewarnai hampir seluruh media massa baik cetak maupun elektronik beberapa minggu yang lalu. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai
kalangan mulai dari mahasiswa, para buruh, lapisan masyarakat dan lain
sebagainya hampir serentak di seluruh daerah Indonesia. Berbagai macam alasan pemerintah
menaikkan harga BBM dikarenakan sangat besar dipengaruhi oleh gejolak politik
di timur tengah dengan di tutupnya selat hormuz oleh negeri Mullah, Iran. Padahal
satu hal yang sering dilupakan yaitu tingginya belanja birokrasi yang
hakikatnya juga berpengaruh besar dalam diskurus tersebut. Bayangkan saja jika
wacana kenaikan BBM ini naik maka otomatis akan mempengaruhi seluruh biaya
produksi dan
distribusi barang dan kemudian akan berlibas pada peningkatan harga produk..
Sehingga alasan ini wajar saja membuat seluruh elemen masyarakat mengecam
kenaikan BBM tersebut. “Dialog Antara Mata dan Hati"
Rachmat
A.K (Staff Kebijakan Publik KAMMI UMY)
Bak mata koin sama sisi yang tak
terpisahkan
Dalam lingkaran nafsu keduanya
sekutu yang romantis
Berjibaku dalam kenikmatan hiasan
dunia
Terhampar indah dipintu-pintu
jalan raya.
Suatu hari hati berkata pada mata:
Engkaulah yang menyeretku kepada
kehancuran
Mengakibatkan penyesalan karena
aku menurutimu
Walau sesaat mata memandang dengan
“khusyu'”
Engkau hujamkan matamu ke taman
itu
sembari mencari penawar dalam
kebun yang sakit.
Tak sadarkah engkau meniti
kebinasaan dalam jembatan hina
Menyalahi firman-Nya “ Hendaklah
mereka menahan pendangannya”
Kau salahi sabda Baginda sang
pemilik hakikat cinta
“Memandang wanita adalah panah
beracun
Dari berbagai macam panah iblis.
Mata sinis menyanggah hati :
Langganan:
Postingan (Atom)
