Selasa, 15 Oktober 2013

AkSi KAMMI mengajar

AkSi KAMMI mengajar (Les Gratis)


Sebuah bentuk pengabdian kepada Masyarakat mesti kita mulai sejak kini dan terus dipupuk dengan melakukan hal-hal yang kecil kemudian melakukan hal yang besar.
Bismillah Semoga Istiqomah


Inilah Kampus Impianku



Akutinggal di sebuah kampus yang megah, artistik dan mempesona. Dengan dua gedung kembar menghadap pintu gerbang utama kampus, yang akan selalu siap menyambutsetiap orang yang datang. Sebuah bangunan megah juga berdiri di Selatan kampus,bangunan megah yang berbentuk seperti keong, dengan design yang menawan,menjadi saksi atas perhelatan akbar dari waktu ke waktu. Kampus ini kampusIslami, bisa dilihat dari masjidnya yang besar dan menjulang tinggi tigalantai, seperti menara yang dikhususkan untuk menggambarkan rasa kesyukuranyang diwujudkan dengan rumah ibadah megah untuk hamba Allah yang senantiasamemuji nama-Nya.

Jikakita masuk ke dalam kampus, akan kita temui pemandangan-pemandangan yang menajubkan. Semua wanita mengenakan pakaian sempurna, menutup dari ujung kepala sampai kaki. Berpakaian rapih dan elegan. Mereka duduk di atas kursi-kursi yangterbuat dari semen, mereka berdiskusi dan mengerjakan tugas kelompok bersama. Sebagiandari mereka duduk rapi di atas kursi yang melingkar sembari tertawa danbersenda gurau bersama.

Jikakita tengok ke dalam masjidnya, subhanallah terdapat kumpulan orang-orang yangsedang mengaji. Setiap jengkal masjid tidak ada yang kosong, terisi penuh dengan orang-orang yang antusias untuk mendengarkan kajian-kajian keislaman. AllahuAkbar..

Setiaporang di kampusku adalah orang-orang yang ramah. Saling membantu antara satukelompok dengan kelompok yang lainnya. Toleransi yang tinggi dan sangatmenghargai perbedaan. Setiap ada kesalahan, mereka menasehatinya dengan sopan,setiap ada kelalaian mereka menjelaskan dengan tenang, setiap ada perbedaanmereka berusaha saling mengerti dan memahami, indah sekali rasanya.

Kampuskuhidup dengan nuansa-nuansa keharmonisan. Jauh dari rasa permusuhan, salingdengki, kesombongan dan keriyaan. Berjalan sesuai dengan keserasian dankeselarasan, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan kasih sayang. Bersama mewujudkangenerasi berbudi dan berakhlak yang kelak akan memimpin Bangsa agar menjadilebih baik….

Itulah gambaran kampusku, yang baru saja selesai aku gambar padaselembar kertas
bertuliskan....
my dream...

by: kabid kaderisasi "TETY"

Sabtu, 01 September 2012

KAMMI Diminta Membumikan Tradisi Ilmiah

Sumbawa - Menjamurnya gerakan organisasi kemahasiswaan merupakan  bentuk bebasnya gerakan dari tekanan dan intimidasi rezim Suharto pada Orde Baru. Sebab ketika Soeharto berkuasa,  aktifitas kemahasiswaan terlumpuhkan, dikekang dan mengalami kemandulan.
“Landasan kekuatan berpikir sebagai sebuah landasan utama adalah dengan menemukan dan mengembangan jati diri mahasiswa. Sebab  itu, gerakan mahasiswa sebagai cermin kemajuan bangsa sudah waktnya tidak lagi mengandalkan kekuatan fisik semata, seperti yang disaksikan dibeberapa media pemberitaan. Sudah seharusnya, mahasiswa menggunkan otak bukan fisik” ungkap Fahri Hamzah saat Deklarasi KAMMI Sumbawa di Sumbawa, Sabtu (28/07).

Jumat, 13 April 2012

Ujian (Karakter) Nasional


Dalam waktu dekat ini dunia pendidikan di Indonesia khususnya sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA), tengah bersiap diri untuk menghadapi Ujian Nasional. Sekolah – sekolah di tanah air begitu ramai di sibukan guna menghadapi ujian yang di sebut sebut sebagai indikator kualitas dan keberhasilan suatu sistem pendidikan. Al hasil hampir semua yang berkepentingan ikut ambil andil dalam menyukseskannya, baik dengan cara terbaik hingga dengan cara terburuk sekalipun yang kemudian berdampak pada karakter manusia/lulusan yang di bentuk.
Kontroversi Ujian Nasional dan protes masyarakat  memang hal yang wajar terjadi. Bagaimana tidak di tengah sistem pendidikan yang belum beres, Mendikbud memaksakan penyataraan standar kelulusan untuk seluruh sekolah di Indonesia. Padahal jika di amati tidak semua sekolah di Indonesia sama. Diilihat dari fasilitas yang ada masih banyak sekolah – sekolah di tanah air yang kondisi nya belum sampai pada standar guna menunjang sistem belajar – mengajar. Buku pelajaran, sarana dan prasarana (bangunan sekolah) masih jauh dari kenyataan yang di inginkan. Bukankah semua itu penunjang bagi tercapainya kualitas lulusan yang di inginkan. Pembangunan yang tidak merata bisa jadi berdampak pada kualitas pendidikan yang juga tidak merata. Tentu penulis tidak melihat sebelah mata usaha yang dilakukan pemerintah selama ini. Namun untuk saat ini Adilkah jika standar kelulusan ujian nasional itu di sama ratakan ?

formulir dm 1