Minggu, 01 Desember 2013

Menelisik Nalar Kemenkes “Nafsiah Mboi”

Memperingati Hari AIDS Se-Dunia yang jatuh tanggal 1 Desember, Mentrian Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, melakukan aksi bagi-bagi kondom gratis sebagai bentuk kampanye seks yang aman.
            Bagi Menteri Kesehatan kita Nafsiah Mboi, pembagian kondom gratis ini tidak perlu dikhawatirkan karena “kondom bukanlah barang terlarang seperti narkotika. Jadi tidak perlu risau jika ada yang bagi-bagi kondom”, begitu katanya di Jakarta (29/11/2013). Menkes juga membandingkannya dengan kegiatan bagi-bagi rokok, yang menurutnya malah berbahaya karena seperti memberi kesempatan generasi muda untuk mencoba rokok. “Dari coba-coba bisa jadi ketagihan merokok”, katanya.
Naah, dari hal yang menjadi fikiran penulis adalah pengelogikaan yang dilakukan oleh Nafsiah Mboi. Pernahkah beliau berfikir, “dari penasaran bagaimana menggunakan kondom, akhirnya mencoba seks”. Atau tidakkah beliau berfikir, pembagian kondom ini juga memberikan kesempatan untuk melakukan seks bebas pada generasi muda, seperti pengelogikaan yang dilakukan pada rokok? Disini penulis mempertanyakan ke konsistenan berfikir Nafsiah Mboi ini sebagai kemenkes.
            Solusi kondom sebagai penyelamat masayarat dari bahaya HIV/AIDS, dan membenci rokok dengan alasan menjaga kesehatan masyarakat itu terlihat indah, namun sesungguhnya manipulatif.
            Ujarnya, “Pemerintah juga harusnya bersyukur penularan HIV/AIDS dapat berkurang dengan menggonakan kondom”. Kondom pada dasarnya bukanlah alat pencegah untuk penularan AIDS, tapi sebagai alat kontrasepsi atau pencegah kehamilan. Perlu diketahui bahwa pori-pori kondom itu sebesar 1/60 mikron, pada saat dipakai pori-prinya membesar hingga 1/6 mikron, sedang ukuran virus HIV adalah 1/250 mikron, mencegah AIDS dengan kondom? Tentunya posisi beliau sebagai Menteri Kesehatan mengetahui hal ini.
            Tidakkah Kemenkes dan KPAN berfikir, bagaiman remaja yang dijadikan sasaran kondom gratis ini, mungkin saja  generasi muda ini yang belum faham akan berfikir, “seks aman ya berarti pakai kondom?”. Disini malah bukanya mengurangi deretan permasalahan di Indonesia tetapi menambah deretan permasalahan, dari perilaku seks bebas asal pakai kondom sampai bertambahnya pengidap HIV/AIDS. Awal penyakit ini adalah karena pergaulan bebas, pemerintah malah memperparahnya dengan tanpa sadar menyemboyankan “seks bebas asal pakai kondom”.
            Tak tanggung tangung, anggaran dana yang dikeluarkan pun sebesar 25 Milyar. Tidakkah Menkes kita berfikir bahwa masih ada banyak hal yang bisa digunakan dengan uang sebanyak itu untuk Indonesia, tidak hanya untuk membeli kondom.

            Harusnya Kemenkes dan KPAN juga sadar, bahwa kebijakan yang mereka tiru dari AS dan negara Barat, bukanlah solusi mencegah penyebaran HIV/AIDS. Karena AS dan negara Barat telah konsisten dengan pembagian kondom gratis tersebut selama beberapa tahun. Tetapi penyebarannya virusnya tetap berlanjut. Jelas kondom gratis bukanlah solusi. [@IslamAji]

Selasa, 26 November 2013

Terimakasih Guru

Bismillah..

Bisa saja kulupa titik-titik kenangan yang telah terlewatkan, bisa saja kulupa

Namun, zona indah di rona wajah-wajah mereka, tak ingin dilupa

Ada memang yang berkata bahwa di antara mereka bertajam duri dalam bermakna
Ada memang yang berkata bahwa di antara mereka berkeras batu dalam menyenandung
Ada memang yang berkata bahwa di antara mereka berparas bungkam

Tapi, zona indah di rona wajah-wajah mereka, tetap tak ingin di lupa

Tak mampu menyebutkan satu persatu sesiapa mereka, mereka yg membuatku setinggi udara dalam rayanya ilmu pengetahuan

-guru-

Pencampuradukan antara sifat kerasnya, candaannya, kelembutannya, terbungkus jadi satu dalam bejana kewibawaan yang mengajari optimisme hidup dalam kehidupan, terus tak ingin hilang dalam kebodohan dan kealpaan.Bagaimanapun karakter yang terekspresikan, kuyakin harapan besar selalu disematkan. Tak akan membiarkan kita hilang.

Ekspresi berbeda dari masing mereka, membuktikan cinta kan memberikan ekspresinya sesuai warna yang disuka

Terimakasih atas luapan cinta yang bapak dan ibu berikan, atas penglaman indah sebagai siswa masa TK, SD, SMP, dan juga SMK Penuh pelangi mengitari..
Tetap peganglah falsafah hati menuju cinta tertinggi, tetaplah .eksis. Di hati tunas-tunas cendekiawan negeri


by Latifatul Fajriyah


CINTAI IA DALAM DIAM



Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ... 

Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...

Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,

Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..


Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..

Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..



Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..

Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...

Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. " (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist) "
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. " (QS. Al Israa' :32)

Cukup cintai ia dalam diam...
bukan karena membenci hadirnya.. .tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia... tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..

Cukup cintai ia dari kejauhan...
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga...

Cukup cintai ia dengan kesederhanaan...
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...

Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati... tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi...?
"...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) "

Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
karena tiada yang tahu rencana Tuhan... mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...
" Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. " (Umar bin Khattab ra.)\ 


Selasa, 15 Oktober 2013

AkSi KAMMI mengajar

AkSi KAMMI mengajar (Les Gratis)


Sebuah bentuk pengabdian kepada Masyarakat mesti kita mulai sejak kini dan terus dipupuk dengan melakukan hal-hal yang kecil kemudian melakukan hal yang besar.
Bismillah Semoga Istiqomah


Inilah Kampus Impianku



Akutinggal di sebuah kampus yang megah, artistik dan mempesona. Dengan dua gedung kembar menghadap pintu gerbang utama kampus, yang akan selalu siap menyambutsetiap orang yang datang. Sebuah bangunan megah juga berdiri di Selatan kampus,bangunan megah yang berbentuk seperti keong, dengan design yang menawan,menjadi saksi atas perhelatan akbar dari waktu ke waktu. Kampus ini kampusIslami, bisa dilihat dari masjidnya yang besar dan menjulang tinggi tigalantai, seperti menara yang dikhususkan untuk menggambarkan rasa kesyukuranyang diwujudkan dengan rumah ibadah megah untuk hamba Allah yang senantiasamemuji nama-Nya.

Jikakita masuk ke dalam kampus, akan kita temui pemandangan-pemandangan yang menajubkan. Semua wanita mengenakan pakaian sempurna, menutup dari ujung kepala sampai kaki. Berpakaian rapih dan elegan. Mereka duduk di atas kursi-kursi yangterbuat dari semen, mereka berdiskusi dan mengerjakan tugas kelompok bersama. Sebagiandari mereka duduk rapi di atas kursi yang melingkar sembari tertawa danbersenda gurau bersama.

Jikakita tengok ke dalam masjidnya, subhanallah terdapat kumpulan orang-orang yangsedang mengaji. Setiap jengkal masjid tidak ada yang kosong, terisi penuh dengan orang-orang yang antusias untuk mendengarkan kajian-kajian keislaman. AllahuAkbar..

Setiaporang di kampusku adalah orang-orang yang ramah. Saling membantu antara satukelompok dengan kelompok yang lainnya. Toleransi yang tinggi dan sangatmenghargai perbedaan. Setiap ada kesalahan, mereka menasehatinya dengan sopan,setiap ada kelalaian mereka menjelaskan dengan tenang, setiap ada perbedaanmereka berusaha saling mengerti dan memahami, indah sekali rasanya.

Kampuskuhidup dengan nuansa-nuansa keharmonisan. Jauh dari rasa permusuhan, salingdengki, kesombongan dan keriyaan. Berjalan sesuai dengan keserasian dankeselarasan, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan kasih sayang. Bersama mewujudkangenerasi berbudi dan berakhlak yang kelak akan memimpin Bangsa agar menjadilebih baik….

Itulah gambaran kampusku, yang baru saja selesai aku gambar padaselembar kertas
bertuliskan....
my dream...

by: kabid kaderisasi "TETY"